Titik Darah Merah

Sinar pagi itu….
Selama yang kucari selalu ada di sisi yang terang pasti aku akan mencarinya
Dan selama jiwa ini masih memiliki semangat untuk berjuang tentu hari esok kan menjelang
Selama nafas ini masih berhembus tentu aku akan menantang aral rintangan
Sebelum aku tersisihkan aku akan menciptakan pemberontakan terhaadap kesesatan

Jiwa ini selalu menjadi korban akan tantanganku
Tapi aku tetap rela kawan !
Karena pengorbanan jiwaku takkan sia-sia
Di sisi lain pengorbanan itu telah tercipta sedikit pengalaman dan pelajaran
Semangat ini akan terkikis jika aku mati
Tetapi semangat ini tidak akan mati selama bumi masih berotasi

Tidak kau ingat kawan !
Aku masih berdiri saat aku menuggu datangnya pagi
Dan aku tidak akan beranjak ketika aku yakin bahwa itu adalah sisi terang kehidupan.

Akan berkata lain kawan !
Jika yang ada dihadapanku adalah sesosok angkara
Tercermin dalam sebuah kegelapan yang menyesatkan
Langkahku mungkin akan berpaling

Bayangan hitam itu adalah malam yang tidak pernah bertemu pagi
Permainan akan bertambah asik ketika yang dihadapan kita adalah itu
Keringat akan keluar menandakan keseriusan kita berjalan
Otot-otot lengan akan tampak ketika kita mencoba melawan
Darah yang tertetes karena luka tidak akan menghentikan langkahku
Nafas tersengal, ah ini adalah penderitaan sementara

Karena ketika kita lolos dari permainan ini
Berbagai macam kebanggaan, kebesaran dan kehormatan
Tertempel di pundak kita
Tapi ingat kawan !
Ketika kita menyerah kita adalah pecundang
Lambang yang pantas untuk kita adalah penakut dan pengecut

Karena tidak selamanya kegagalan melahirkan keterpurukan
Namun kegagalan memberi kita satu pijakan untuk terbangMenuju cita yang terlihat mustahil

Selimuti Sendu

Kejayaan siang harus luntur ditelan gelapnya malam
Ketika itu senja adalah pengantar kepada peraduannya

Kembali gelap menguasai separuh dunia ini
Hanya ada satu terang ketika semua orang memandang
Ke angkasa tempat dimana rembulan menjalarkan lentera
Tidak begitu terang namun damai
Di setiap sisinya berkabut dan ditebari bintang-bintang kecil

Di sini manusia kembali menemukan kehangatannya
Di sela selimut putih
Bergumul dengan suka dan canda manis
Di tengah medan yang langsung tersentuh angin
Hangatkah?
Iya, hangat sekali
Sampai aku terlelap

Ada apa dengan gelap?
Gelap memberikan inspirasi mati atas imajinasi yang tak terbatas
Jangan dikira gelap menjadi sangat menakutkan
Tidak, tidak selamanya gelap menakutkan
Justru gelap memberikan ketenangan

Apakah harus gelap sehingga mataku tak mampu melihat?
Tidak, tidak segelap itu
Gelap yang terhindar dari cahaya cipta manusia
Gelap itu sangat hening
Dan matamu masih bisa melihat
Melihat kenistaan yang terkubur di hati butamu
Melihat kosongnya pikiran yang menghias kepalamu
Melihat dirimu sendiri yang berdiri dengan angkuh

Kenapa aku mampu melihat itu?
Sudah lupakah kau
Pada lentera rembulan yang memberikan
Penerang agar matamu melihat

Walaupun lentera menyala dengan terangnya
Ketika matamu tertutup
Akan sama saja
Jangan pernah metup mayamu yang sendu itu
Tatkala lentera dalam gelap dirimu sedang menyelimuti

Hilangkan keraguan yang mebuatmu buta
Buka lebar-lebar jalan
Dan, kuasailah jalanmu sendiri