Merekah indah menawarkan sejuta pesona
Tak terelakkan kau sempurna
Dalam teropong manusia hina
Kelak waktu yang menghantarkanku
Untuk bersimpuh dalam ruang yang ada benakmu
Memilih untuk berani
Walaupun harus membunuh kemaluan
Kelak yang ada didepanmu
Bukan bayangan hitam dari orang lain
Tetapi bayangan biru atas dirimu sendiri
Adalah penyatuan jiwa yang ada
Bukan atas takluk yang merendahkan
Engkau berhak atas diriku
Dan aku berhak atas dirimu
Ketika keindahan hanyalah penutup
Dari ketidak sempurnaan
Biarlah bayangan itu yang menyempurnakan
Adalah sempurna karena bayangan itu adalah penyatuan jiwa
Ketika keburukan memberikan keengganan
Biarlah bayangan itu jua yang menata
Untuk tidak ada lagi keengganan
Aku atas kamu, sesungguhnya jiwa yang berpadu
Dan bayangan itu menjadi penanda
Dari setiap jengkal bayangan yang mengikuti
Izinkan aku mencinta dengan indah
Tanpa batas yang mampu merengkuh
Rona cahaya dalam balutan sendu wajahmu
akan tetap tampak indah
Karena kau bidadariku
Yang hadir di tengah taman mawar
dan kau nampak dengan binar
Aku tunduk dalam keanggunan jiwamu
Seperti awan yang tunduk pada lentera senja
Tatkala kau datang sepintas
Lalumu menitikkan kegundahan
Harapan hanya untuk mawar yang kau rekahkan kepadaku
Subscribe to:
Posts (Atom)