Mata ini terbelalak, tapi khayalan meninggalkanku jauh,
kemana dan entah dimana aku tak tahu.
Ruangan ini gelap, walaupun terang oleh cahaya neon.
Tapi sungguh gelap karena aku tak mampu melihat terangnya hati dan pikir.
Terasa seperti laron yang tersesat di kelamnya malam
hanya untuk mencari pusat cahaya.
Kenistaan harus kembali terjadi tanpa harus berpikir,
karena aku hanya merasa.
Tersayat oleh sengatan imaji hendak liar,
tapi terkekang oleh ruang sempit.
Seluruh jiwa ini tunduk takluk pada sloki
yang dialiri campuran Vodka, Bintang, dan Green Sand.
Berjalan selaras dengan lamunan tanpa batas.
Refleksi yang menghanyutkan sekaligus meniadakan.
Eksistensi terlebur ke dalam bauran imaji lingkaran sunyi.
Hanya dengan kata tanpa berucap dan berdialog,
memimpin kegaduhan yang tak terselesaikan dalam kurun waktu.
Sebatang rokok di tangan kanan dan gelas kecil di tangan kiri.
Bermuara dalam harmoni keheningan.
Tak ada jenjang untuk bertanya kenapa.
Yang aku tahu, aku berjalan di atas tangga,
seteguk demi seteguk dan lingkaran nikotin mengelilingiku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 komentar:
mas roe, mantep bener si tulisannya, ajarin dunk...!!! ato buat tulisan yang temanya Cisk Si Slankers he...he...
Post a Comment