Lentera Senja

Apakah kau menungguku sayang?
Pada cermin kata hampa,
berusap helai kerudung putih
Pada lorong malam merindu
Pada pagi bersama sajak cinta

Atau,
kau tak pernah menungguku?

Ketika Gibran merasuki jiwa,
lalu menemukan cinta dengan mata dan senyum,
bagaimana agar cintaku menemukan hatimu yang sendiri?

Kau tak pernah memberikan harap atas bara yang menghangat
Masa telah menidurkannya dalam beku

Sayang,
dengarlah...
aku tak mau menunggumu,
aku akan mencarimu bersama imaji dan langit awan gelap
Di sana tertunduk segala kerinduan berterbangan dan
merpati putih membawa diri yang tersiksa

Sayang,
meski kau tak menungguku,
berikanlah penanda kasih bahwa cinta itu indah
Ya..., indah sekali
Paling tidak bersamanya semua impian ditulis

Atau,
redupkanlah lentera senja yang menghampiri desah batin pemujamu,
saat itu nadir kasih kau aku dan bayang lalu akan mati