Alur hidup yang monoton, kembali disaat mata terbuka hingga tertutup. Pilihan yang mengakomodir jalur kapitalisme sebagai lahan hidup dan manusia tak akan menemukan kebebasannya.
Dunia modern, harga sebuah kesenangan sangatlah mahal. Hal itu seakan menjadi wajar, karena kebutaan individu akan ilmu dan teknologi adalah lahan subur tumbuh kembangnya kapitalisme. Meski hanya sebuah "penanda" gaya hidup (style). Manusia menjadi sangat bodoh dan terbatas untuk hidup di satu jalan, jalan yang terbatas.
Akses masuk menuju lajur jalan lain akan dibayar dengan sangat mahal. Hingga kemudian perputaran kapitalisme kehidupan pun dimulai. Mereka (manusia bodoh) terjebak pada dunia style. Style, predikat yang tak hidup namun menghidupkan, kesenangan dan hiburan, bahkan menjadi icon atau jati diri masyarakat (manusia modern).
Masuk ke jalan-jalan itu membuat otak berhenti berputar. Mata hanya melihat, telinga hanya mendengar, setelahnya manusia berperilaku seperti mesin. Menunggu perintah dan menghendaki apa maunya operator.
Jalan hidup manusia yang monoton, mesin adalah analogi yang pas. Tapi, manusia tetaplah manusia. Kebebasan akan ditemukan dengan perubahannya sendiri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment