Hari itu masih pagi
Aku berdiri dengan rasa getir
Sebelah jalan yang teramat bising
Di depan rumah singgah
Tampak kau di balik jendela
Mengintip di sela selambu lusuh
Hari itu masih pagi
Aku meniti dengan kaki
Hendak mengambil sisa hatiku yang terenggut olehmu
Aku melangkah dengan rasa luka
Hendak mengambil milikku yang redam oleh nistamu
Kau tetap ada di tempat semula
Tak beranjak
Sebongkah hati yang luka
Kau biarkan merana di lorong itu
Kau tak mau hadir di depanku
Bahkan untuk mengucap pisah
Hari itu masih pagi
Yang menyapaku bukan kamu
Hari itu masih pagi
Aku pulang
Pilu sedih tak menetes air mata
Tentang hatiku yang hancur di tanganmu
Aku Benci
Kau tidak merasa apa-apa
Dan berlalu begitu saja
Kau pun pergi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment