Cerita Kasih (1)

Hari ini aku ingin bercerita, dengarkanlah...

Tak perlu riuh karena tak lucu
Tak perlu juga tisu karena bukan sedang sendu
Diam dan simak sejenak, itu sudah membantu

Kemarin bulan lalu, seorang laki-laki datang menghampiriku
Berdiri letih di depanku
Tiba-tiba dia bertutur:

Ah.. Akhirnya aku sampai pada kegelisahan
Untuk ke sekian kalinya
Saat sepi dan sedih, selalu resah harap akan kasih?
Dan saat dia hadir, rasa sepi menjadi kerinduan?

Aku hanya menatap dan menjawab senyum
Problem yang klise bagiku
__Manusiawi, sesuatu terlihat berharga sesaat setelah menghilang
Entah rasa, waktu, kisah, hingga wujud tanpa kata

Aku pun mengumpan tanya:

Lalu, kerinduan apa hendak kau cari?

Duduk di sebelahku
Menatap senja yang semakin redup
Dan menjawab:

Aku tak tahu yang kucari
Mungkin keinginan statis yang pasti
Tak perlu realis, cukup rasa optimis

Atau aku tak mencari
Mengalir saja
Hingga kisah itu ada dengan sendirinya
Tanpa aku siap menyapa

Aku tak berharap wujud nyata
Hanya ingin senyum menatapnya

Apakah kau bicara tentang kekasih? Tanyaku

Ya..., jawabnya

Kekasih bayangan
Yang datang saat sepi
Dan mencumbu malam-malamku

... ... ...

0 komentar: