Teruntuk Wanita Tanpa Nama 4

Terasa sulit untukku menghilang sejenak dan merubah semua menjadi baru
Saat renungan ingin kembali dan menatanya menjadi padu
Meskipun tak ada kata akhir

Hai... Yang tersesat...
Kenapa berpaling saat aku menemukanmu?
Kudengar tangismu yang lalu saat waktu tak bisa disalahkan
Kulihat kau menunduk pilu saat coba melepas kata hati
Kurasa setiap harap saat aku bimbang akan diriku

Hai... Yang elok
Pantas, aku tak mampu memahami seperti halnya kau tak mengerti aku
Lamban bukan tak pasti
Karena pasti bukan esok pagi atau lusa hari
Tapi untuk nanti yang tak berujung waktu
Kenapa kau tak bersabar menunggu

Malam itu bukankah kau yang minta untuk dihampiri
Ternyata kau hanya ingin bertemu pagi
Dan tangismu terbang ke timur waktu
Kau lupa waktu berputar dan matahari terbit dari timur
Kau tak perlu menjemputnya, dia pasti akan datang
Tepat di hadapmu dan mengusap tangismu

Kenapa kau meminta bertemu saat hati tak lagi untukku
Kau meminta untuk berlaku yang ku tak mau
Hari ini aku bukanlah bayangan yang menghampiri dibalik lentera senja
Aku bukanlah angin membawamu terbang bertamsya ke sudut waktu
Aku bukanlah hasrat yang menggebu di saat yang tak pantas
Aku bukanlah diriku berdiri di pijakan yang sama

Hingga kau menemukan yang lebih dari kata, angan dan wujud nyata
Mengucap sayang tanpa perlu kau menghampiri

0 komentar: