Kejayaan siang harus luntur ditelan gelapnya malam
Ketika itu senja adalah pengantar kepada peraduannya
Kembali gelap menguasai separuh dunia ini
Hanya ada satu terang ketika semua orang memandang
Ke angkasa tempat dimana rembulan menjalarkan lentera
Tidak begitu terang namun damai
Di setiap sisinya berkabut dan ditebari bintang-bintang kecil
Di sini manusia kembali menemukan kehangatannya
Di sela selimut putih
Bergumul dengan suka dan canda manis
Di tengah medan yang langsung tersentuh angin
Hangatkah?
Iya, hangat sekali
Sampai aku terlelap
Ada apa dengan gelap?
Gelap memberikan inspirasi mati atas imajinasi yang tak terbatas
Jangan dikira gelap menjadi sangat menakutkan
Tidak, tidak selamanya gelap menakutkan
Justru gelap memberikan ketenangan
Apakah harus gelap sehingga mataku tak mampu melihat?
Tidak, tidak segelap itu
Gelap yang terhindar dari cahaya cipta manusia
Gelap itu sangat hening
Dan matamu masih bisa melihat
Melihat kenistaan yang terkubur di hati butamu
Melihat kosongnya pikiran yang menghias kepalamu
Melihat dirimu sendiri yang berdiri dengan angkuh
Kenapa aku mampu melihat itu?
Sudah lupakah kau
Pada lentera rembulan yang memberikan
Penerang agar matamu melihat
Walaupun lentera menyala dengan terangnya
Ketika matamu tertutup
Akan sama saja
Jangan pernah metup mayamu yang sendu itu
Tatkala lentera dalam gelap dirimu sedang menyelimuti
Hilangkan keraguan yang mebuatmu buta
Buka lebar-lebar jalan
Dan, kuasailah jalanmu sendiri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment