Memahami hidup dari sebingkai waktu
Yang lalu semakin abu-abu dan esok masih menunggu
Hari ini menjadi pengakuan dan pengampunan
Selamat Hari raya Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Dalam kurun waktu, kesempatan tak lebih hanya lalu yang terlewat. Apakah kemudian sang "aku " hanya berdiam menyaksikan arus yang tak mungkin diam? Manusia sangat dinamis adanya. Perubahan bukanlah ada dalam waktu, dan perubahan tidak pernah menghampiri begitu saja. Dia adalah kehendak.
"Aku" memiliki sifat untuk diam dan bergerak. Di luar itu, hanya individu yang terseret waktu.
Seperti angin, kesempatan hanya akan berlalu semilir ketika sang aku tak mengenali sifatnya. Perubahan selalu butuh kehendak untuk bergerak, tidak diam dan tidak pasif. Menjadi lebih baik, mendapatkan yang baru atau bahkan terpuruk di pojok ironi adalah pilihan dalam kesempatan. Hal itu hanya akan diketahui ketika sang "aku" berani bergerak.
Hingga bertemu titik mula lagi.
Hari ini adalah awal waktu yang tepat untuk "Hijrah" dan bertemu banyak pilihan yang lebih dari saat ini. Semoga mendapatkan yang lebih baik dan terbaik. Amin...
Terasa sulit untukku menghilang sejenak dan merubah semua menjadi baru
Saat renungan ingin kembali dan menatanya menjadi padu
Meskipun tak ada kata akhir
Hai... Yang tersesat...
Kenapa berpaling saat aku menemukanmu?
Kudengar tangismu yang lalu saat waktu tak bisa disalahkan
Kulihat kau menunduk pilu saat coba melepas kata hati
Kurasa setiap harap saat aku bimbang akan diriku
Hai... Yang elok
Pantas, aku tak mampu memahami seperti halnya kau tak mengerti aku
Lamban bukan tak pasti
Karena pasti bukan esok pagi atau lusa hari
Tapi untuk nanti yang tak berujung waktu
Kenapa kau tak bersabar menunggu
Malam itu bukankah kau yang minta untuk dihampiri
Ternyata kau hanya ingin bertemu pagi
Dan tangismu terbang ke timur waktu
Kau lupa waktu berputar dan matahari terbit dari timur
Kau tak perlu menjemputnya, dia pasti akan datang
Tepat di hadapmu dan mengusap tangismu
Kenapa kau meminta bertemu saat hati tak lagi untukku
Kau meminta untuk berlaku yang ku tak mau
Hari ini aku bukanlah bayangan yang menghampiri dibalik lentera senja
Aku bukanlah angin membawamu terbang bertamsya ke sudut waktu
Aku bukanlah hasrat yang menggebu di saat yang tak pantas
Aku bukanlah diriku berdiri di pijakan yang sama
Hingga kau menemukan yang lebih dari kata, angan dan wujud nyata
Mengucap sayang tanpa perlu kau menghampiri
Hari ini aku ingin bercerita, dengarkanlah...
Tak perlu riuh karena tak lucu
Tak perlu juga tisu karena bukan sedang sendu
Diam dan simak sejenak, itu sudah membantu
Kemarin bulan lalu, seorang laki-laki datang menghampiriku
Berdiri letih di depanku
Tiba-tiba dia bertutur:
Ah.. Akhirnya aku sampai pada kegelisahan
Untuk ke sekian kalinya
Saat sepi dan sedih, selalu resah harap akan kasih?
Dan saat dia hadir, rasa sepi menjadi kerinduan?
Aku hanya menatap dan menjawab senyum
Problem yang klise bagiku
__Manusiawi, sesuatu terlihat berharga sesaat setelah menghilang
Entah rasa, waktu, kisah, hingga wujud tanpa kata
Aku pun mengumpan tanya:
Lalu, kerinduan apa hendak kau cari?
Duduk di sebelahku
Menatap senja yang semakin redup
Dan menjawab:
Aku tak tahu yang kucari
Mungkin keinginan statis yang pasti
Tak perlu realis, cukup rasa optimis
Atau aku tak mencari
Mengalir saja
Hingga kisah itu ada dengan sendirinya
Tanpa aku siap menyapa
Aku tak berharap wujud nyata
Hanya ingin senyum menatapnya
Apakah kau bicara tentang kekasih? Tanyaku
Ya..., jawabnya
Kekasih bayangan
Yang datang saat sepi
Dan mencumbu malam-malamku
... ... ...
Saat cinta hanya sekedar dusta manis
Dan rintihan hati yang menjerit semakin terdengar lirih
Harap itu pun semakin kabur untuk terus dinanti
Kemudian:
sesal
hati yang luka
Akhirnya:
tertawa geli diri sendiri
Luka perasaan itu meneteskan karma
Suatu hari, pasti...
Bukankah hidup ini adil, sayang...
Menutup mata kembali, dan waktu telah bertemu subuh
Saat yang lelap mulai beranjak, yang haus mulai membasuh
Sebentar lagi cahaya timur tersibak di ujung
Adalah batas purnama berganti nama
Bisikan suci terdengar lirih sedikit merintih