Kekasih

Berjalan dengan kata menghiasi imaji
Bersandar pada mimpi meratap bukan hal sedih
Hati kembali berbisik lirih
Maukah kau hadir di hati ini sebagai kekasih?

Tentang Jalan Itu

Apa yang membuat aku takut?
Mengekspresikan suatu hal yang memang nyata adanya dalam diriku

Apa yang menjadi penolak dalam diriku?
Ketakutan tentang tak tercapainya harapan pasti,
sedangkan harapan bukanlah kepastian

Kenapa isi otakku begitu sempit dan rumit?
Namun aturan sederhana mana yang mampu mengurai rasa?

Kenapa aku harus berpikir siap untuk kalah tanpa mencari jalan kemenangan?
Bukankah kemungkinan terburuk adalah akhir dari perhelatan yang sengit,
tanpa itu takkan ada resiko dan tanpa ada hasil

Jalan yang kulalui ini adalah jalan air, dan air harus terus mengalir
Jalan itu adalah jalan yang tak bermuara dan aku tahu
Jalan itu berarti aku berpikir tidak ada rintangan yang menjadi bendungan
Jalan itu mengisyaratkan impian yang bukan hasil
Jalan itu berarti kemenangan bukan milik siapa-siapa
Jalan itu menempatkan resiko adalah yang seharusnya terjadi
Jalan itu menempatkan aku jauh dari muara (impian)
Jalan itu adalah jalan nista yang memberiku impian semu
Jalan itu saat ini ambigu
Jalan itu membuat aku bertanya kembali

Titik Kalbu Sang Ilalang

Ia adalah ilalang yang tumbuh di tengah ilalang-ilalang lain
Sangat takjub, sangat menawan
Satu diantara beribu jenis yang sama
Namun memberikan warna yang beda
Bukan kemilau yang menyilaukan mata
Bukan kemilau yang menenggelamkan rasa
Warna kesejukan dan warna kebersahajaan
Sejuk, karena ia adalah titik kalbu di tengah padang ilalang
Bersahaja, karena ia tetap menjadi ilalang
Berembun ketika pagi hari
Merekah sinar bertengadah matahari di siang hari
Tunduk santun tatkala menyambut senja
Sampai ketika datang sang pemuja dengan tiba-tiba di tengah rimbun ilalang
Melihat titik kalbu berayun
Membisu dalam senyum
Dan sembari berkata:
"Engkaulah puja jelita, menawarkan binar tanpa perlu menunggu"

Mencari Ruang

Apa yang membuat hidup lebih hidup?

Ketika semua energi lelah untuk mencari jawaban atas itu,
Pasti berujung pada ketidakberdayaan diri
Kemudian terlena ke dalam pengurungan diri yang sempit

Enjoy aja... , ungkapan akan kelemahan menaklukkan takut
Di saat semua mengekang ke dalam ruang kososng yang berisi kebodohan

Daun hijau yang menjadi simbol kebebasan ternyata tak sanggup menjadi teman
Yang pada akhirnya hanya menjadi senjata pembunuh sepi
Dan menghantarkan diri pada kontemplasi semu

Daun yang menghasilkan asap kebebasan itu telah merenggut ruang kebebasan sejati
Daun yang diberi nama canabis sativa itu hanya menjadi pembebas dari keinginan

Selembut Tatapanmu

Merekah indah menawarkan sejuta pesona
Tak terelakkan kau sempurna
Dalam teropong manusia hina

Kelak waktu yang menghantarkanku
Untuk bersimpuh dalam ruang yang ada benakmu
Memilih untuk berani
Walaupun harus membunuh kemaluan

Kelak yang ada didepanmu
Bukan bayangan hitam dari orang lain
Tetapi bayangan biru atas dirimu sendiri
Adalah penyatuan jiwa yang ada
Bukan atas takluk yang merendahkan
Engkau berhak atas diriku
Dan aku berhak atas dirimu

Ketika keindahan hanyalah penutup
Dari ketidak sempurnaan
Biarlah bayangan itu yang menyempurnakan
Adalah sempurna karena bayangan itu adalah penyatuan jiwa

Ketika keburukan memberikan keengganan
Biarlah bayangan itu jua yang menata
Untuk tidak ada lagi keengganan
Aku atas kamu, sesungguhnya jiwa yang berpadu
Dan bayangan itu menjadi penanda
Dari setiap jengkal bayangan yang mengikuti

Teruntuk Wanita Tanpa Nama

Izinkan aku mencinta dengan indah
Tanpa batas yang mampu merengkuh
Rona cahaya dalam balutan sendu wajahmu
akan tetap tampak indah
Karena kau bidadariku

Yang hadir di tengah taman mawar
dan kau nampak dengan binar

Aku tunduk dalam keanggunan jiwamu
Seperti awan yang tunduk pada lentera senja

Tatkala kau datang sepintas
Lalumu menitikkan kegundahan
Harapan hanya untuk mawar yang kau rekahkan kepadaku